Senin, 11 April 2011

Tebing Militer



Tentu kita akan terheran-heran dengan nama baru ini. Karena memang jarang sekali orang mengetahui keberadaan objek wisata yang satu ini. Tebing Militer merupakan salah satu objek wisata yang masih satu kawasan dengan Watu Klosot. Disebut Tebing Militer karena tebingnya berwarna doreng seperti pakaian tentara. Terlebih mempunyai ketinggian sekitar 10 meter dan lebar 60 meter.

Keindahan Tebing Militer bukan hanya dari tebingnya, melainkan juga batu-batu besar yang berada di bawahnya. Objek ini berada di jalur kali lahar Semeru sehingga memang jarang dijamah orang. terlebih lokasinya yang lumayan jauh dan harus ditempuh dengan cara treking.

Bagi siapa saja yang datang pertama kali ke sana, pasti akan berdecak kagum. Dengan pintu gerbang tebing yang miring sekitar 45 derajat, tentunya akan menjadi pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Dari kemiringan tebing tersebut, kita akan tersibak dan kagum dengan suasana alam sekitar. Sangat sejuk dan damai. Terlebih tebing kanan-kanan kiri memberikan aliran udara menjadi segar, ditambah tempat yang teduh.

Di sana kita juga dapat menemukan buah liar khas pegunungan seperti strawberry hutan yang dikenal sangat manis dan lezat. Bahkan jika beruntung kita juga bisa menemukan satwa liat seperti elang Jawa, lutung dan rusa. Selain itu juga terdapat flora khas yakni kantung semar yang dilindungi. Jadi jangan sekali-kali membawa pulang satwa dan tanaman dari sana.

Lokasi: Lumajang bagian Barat, desa Tawon Songo, kec. Pasrujambe

8 komentar:

  1. Salah satu tantangan treking yang perlu dicoba oleh para penggila alam dan jejalan mania!

    BalasHapus
  2. Saya mau tanya, kenapa ada editan dengan warna kuning yang terlalu dominan sehingga menghilangkan sebagian keaslian warna gambar yang natural.

    Saya ada usul, biarlah gambar itu sesuai dengan aslinya tanpa memerikan efek yang berlebihan, karena daya tarik wisata alam adalah keaslian alam yang natural.

    Semoga blog ini bisa menjadi portal bagi wisatawan yg ingin berkunjung ke Lumajang. Terima kasih.

    BalasHapus
  3. @Fikri: editan dimaksudkan hanya untuk melindungi hak cipta foto. bukan bermaksud untuk memanipulasi objek yang sebenarnya. hal ini mengingat banyaknya individu yang mengambil gambar seenaknya. sehingga dengan hal ini bisa diminimalisir. mungkin suatu saat bisa kami hilangkan editan tersebut...

    iya, smoga webblog ini mampu menjadi portal utama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Lumajang. terima kasih...

    BalasHapus
  4. Saya sangat gembira sekali dengan adanya webblog ini. Mungkin suatu saat saya akan berkontribusi meramaikan konten di webblog ini.

    Saat ini saya masih di Jakarta. Nanti akan saya gali lagi informasi pariwisata di Klakah khususnya, karena kampung halaman saya di Klakah.

    BalasHapus
  5. @anonim: wah...asyik..kalau Anda bisa berkontribusi untuk webblog Singgah Lumajang. suatu kehormatan dan kebanggan bagi kami jika warga Lumajang bisa memanfaatkan kesempatan menjadi kontributor kami.

    kami tunggu karya Anda! Sukses!
    terima kasih

    BalasHapus
  6. ehm... warna kuning itu mengganggu, jika alasannya adalah hak cipta, mending memberikan tulisan transparan saja. Toh biasanya orang yang mengambil gambar itu juga menyertakan sumber gambar, tidak mungkin langsung comot aja.
    Bagi saya gambar saya di ambil orang bukan masalah selama ada creditnya, dan lebih bagus mengupload gambar yang sudah di edit ukurannya shg kalo pengen tau itu hak cipta siapa yach tunjukkan file asli

    BalasHapus
  7. @anonim:tak semua orang mengambil gambar/ foto menyertakan sumbernya. kami hanya meminimalisir. tenang saja, suatu saat kami takkan menggunakan editan tersebut atau saran mengecilkan ukuran gambar/ foto bisa kami gunakan. terima kasih atas saran dan kritikannya...

    BalasHapus
  8. Lumajang sedang meng genjot pandapatan di bidan pariwisata. Jadi nya terkesan memaksakan diri. Wisata seperti ini aja, di tEmpat sAya banyak. Lumajang ingin mengikuti jejak batu rupa nyA peacE

    BalasHapus

Silakan komentar...gratis kok! Hehehehe...